Archive for the ‘Cerita Kinza’ Category

Makanan Spesial Kinza

Tuesday, August 24th, 2010

Laporan pagi ini…

Karena Kinza dah 8 bulan tepat hari ini, pagi ini ummi membuatkan makanan spesial untuk Kinza. Kenapa, e kenapa spesial ? Karena dah 8 bulan jadi dah boleh makan daging-dagingan ya, daging ayam kampung atau sapi. Hoho…pagi-pagi buta dah belanja daging sapi, trus diblender sampai halus. Daging sapi dicampur sayur-sayuran, wortel parut, brokoli, jagung parut, sama tomat . Semuanya ditim beserta sedikit kaldu daging(nggak tahu deh rasanya, gak bisa nyobain, puasa je..).

Hasilnya pagi-pagi rumah dah heboh karena suara blender ummi, sedangkan tiga lelaki spesial dalam hidup ummi, semuanya masih tertidur nyenyak. :D. Klontang-klontang di dapur sendirian, nungguin masakan sambil ngeblog, hihihihi, akhirnya masakan jadi, Kinzapun dah bangun. Yuk, saatnya merasakan masakan spesial ummi nak. Kinza senyam-senyum waktu ummi suapin, senyuman penuh tanda tanya, ini anak suka atau mikir, ummiku masak apaan ya, rasanya campur aduk nano nano, hihihi.

Alhamdulillah, satu piring habis tak bersisa, berarti Kinza suka ya, karena kalau rasanya agak aneh biasanya makanannya disembur-semburin, bikin gemes ummi. Kinza senang makanan yang agak bertekstur, kemarin dibuburin agak lembek kayaknya nggak terlalu suka. Ya, alhamdulillah, nggak perlu pakai acara blender makanan. Mingu-minggu kemarin full makanannya berkutat, tahu-tempe-sayuran hijau-tomat, dah bosan juga kali ya Kinza, ummi yang masak juga mulai bosan. Tapi apa dikata, belum boleh daging nak, sabar dulu ya. Mulai hari ini dah boleh, alhamdulillah. [hihihi..ummi disiplin banget tho…iya nih takut belum kuat pencernaannya]

Demikian laporan pagi ini…saatnya beberes rumah ya…


Resep mpasi awal(pure) ala Kinza

Friday, July 2nd, 2010

Apa kabar Kinza? Sekarang Kinza dah 6 bulan, alhamdulillah, sejak lahir tubuhnya memang mungil tapi gerakannya gesit sekali, :D . Sejak usia 3 bulan dah bisa tengkurap sendiri dan sekarang waktunya memperkenalkan mpasi untuknya. Mpasi pertama Kenzie dulu adalah pisang susu, waktu itu ummi sdg berpuasa kata mas kayaknya Kenzie sudah waktunya diberikan mpasi agar asupan makanannya tak hanya mengandalkan asi apalagi ummi sedang berpuasa. Ummi sendiko dawuh aja walaupun waktu itu belum genap 6 bulan usianya.

Saat ini Kinza sepertinya sudah bisa dikenalkan dengan makanan pendamping karena dia sangat tertarik dengan piring dan makanan . Untuk Kinza mas nurut aja apa kata ummi, dikenalkan sekarang boleh nanti juga boleh. Akhirnya ummi memutuskan untuk mulai mengenalkan makanan pada Kinza sejak usianya 5,5 bulan dan itu bukan makanan utama loh, cuma perkenalan aja. Sayuran plihan ummi pertama adalah wortel [hoho sayur kebangsaan keluarga favorit ummi dan Kenzie, kalau mas ikut aja sama kami, love my husband very much deh hihihi], kentang, lalu berlanjut ke buah.

Kinza suka banget ternyata dengan mpasi awalnya dan hampir tiap hari selalu ada makanan baru yang dikenalkan ummi, apa aja itu, hayuk kita intip resep mpasi awal(pure) ala Kinza…[ceile..bahasanya kayak chef2 di tv yak..]

- Pure wortel
wortel dikukus, kemudian diblender/disaring, dicampur dengan asi/air

- Pure kentang
kentang dikukus, kemudian diblender/disaring, dicampur dengan asi/air

- Pure tomat
tomat direbus sampai kulitnya mengelupas, kemudian diblender/disaring, tambahkan sedikit gula[rasanya asem  banget sih kalau gk dikasih gula, tapi duuuiikiiit aja yak]

- Pure Pir
pir dikukus(agar teksturnya lembut) lalu diblender/disaring, tambahkan sedikit air

- Pure Apel (caranya sama dgn pir)

- Pure Waluh(labu kuning) (caranya juga sama)

- Pisang
pisang dikerok mengunakan sendok, diambil bagian luarnya aja ya, paling bagus katanya pisang kepok

-Jus Jambu

-Jus Alpukat

-Pure kacang hijau

hmm apalagi ya, rencananya mau buat pure jagung, brokoli, masih banyak yg belum dicoba Kinza, heheh

oh iya alhamdulillah, surprise banget nih Kinza dah bisa minum dengan gelas dan sedotan, [thanks you very much my husband yg udah ngajarin dengan kasih sayang, hihihi] diajari sebentar dah langsung bisa jadinya gak bingung lagi kalu ngajak Kinza jalan2 tinggal bawa sedotan aja, hhehehe

Itulah cerita Kinza, buah hati kedua kami. Terima kasih ya Alloh atas semua karunia-Mu ini, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur kepada-Mu. Amiin

kediri,02/07/2010


Stripping clodi

Thursday, June 10th, 2010

clodi.jpgClodi Kinza dah gampang bau pesing(1 jam dipakai dah pesing banget), sering bocor, dan terasa kaku. Itu tandanya clodinya dah harus distripping. Kenapa ini bisa terjadi, karena pemakaian dan pencucian setiap hari terkadang menyisakan residu seperti dari sabun cuci yang terus bertumpuk dan tersimpan dalam insertnya. solusinya adalah stripping clodi dan sebaiknya stripping ini dilakukan 1 bulan sekali.

Ada banyak cara melakukan strripping dan terus terang semua dah saya coba. Mulai dari mencuci dengan air tanpa deterjen, mencuci dengan sunlight, dan yang terakhir merebus insert. Dan ternyata yang paling ampuh memang dengan merebus insert clodi[insertnya aja loh jangan celananya ya]. Caranya rebus air sampai mendidih lalu masukkan insert yang akan distripping, biarkan sekitar 5 menit nah nanti akan keluar busa-busa sisa residu yang tertinggal [kayak kita pas rebus mie instant gitu loh], lalu angkat dan bila. Pas sudah selesai wuih bau insertnya jadi seger banget [apalagi pas udah kering..harum seger dah..] dan performansinya jadi ok lagi.

So.. stripping via merebus ini kayaknya patut dicoba deh….


Cloth Diaper, kenalan yuk…

Tuesday, April 13th, 2010

Dulu waktu Kenzie lahir, ummi idealis banget untuk say no to disposable diaper ke Kenzie, secara udah banyak info kalau pospak nih banyak kekurangannya dan kurang bagus ke bayi, ke ummi(secara pengeluarannya banyak juga ya), ke bumi juga(sampahnya tuh loh lama banget terurainya, kalo sehari habis 3 kebayang kan seminggu dah berapa banyak, sebulan, setahun…kasihan deh bumi kita). Tapi pas Kenzie dah banyak mobilisasinya ya udah deh dipakaian pospak atas saran n ijin mas untuk menjaga rumah dari najis. Sehari bisa menghabiskan 3 pospak dan itupun untuk pemakaian maksimal 6 jam, dan istirahat min 15 menit untuk pemakaian pospak selanjutnya.

Ceritanya nih waktu hamil Kinza, browsing2 ketemulah yang namanya reusable diaper/cloth diaper, fungsinya semacam pospak gitu tapi bisa dicuci ulang, lebih sehat, tapi harganya memang mahal(waktu itu tahunya merk Z*giZ). Yah namanya juga barang baru, antara ingin juga ragu beneran bagus gk ya, karena namanya kain pastinya kalau kena pipis ya basah trus kok bisa bertahan beberapa jam dipakai tuh apa ya ngga lembab semua ya di bayi dan akhirnya terlupakan selama masa kehamilan Kinza. Pas dik Kinza dah lahir ummi jadi menggebu-gebu lagi nih pengen nyobain cloth diaper karena kasihan kalo melihat Kinza pakai pospak apalagi terngiang2 bahan-bahan pembuatannya yang bikin seram. Akhirnya cari informasi selengkap-lengkapnya tentang cloth diaper ini sebagai bahan mengajukan proposal ke mas karena harganya juga ga murah kan. Sebagai bahan pertanyaan mas waktu itu, bagaimana cara kerjanya n bagaimana kalau kena eek bayi, lawong harganya mahal trus kalau kena eek susah dibersihin trus apa gunanya coba. Akhirnya diapprove deh buat beli cloth diaper  dn hunting cloth diaper dimulai. Karena pakai clodi katanya cocok-cocokan, tergantung bayinya, akhirnya ingin beli beberapa merk dulu buat coba.

Ternyata cloth diaper itu banyak macamnya, ini beberpaa macam n contohnya ya(tapi khusus produk lokal, cinta produk dlm negeri gitu..heheheh), ada yang namanya :

1. Flat diaper :  berbentuk kain segi empat yang lebar, cara pemakaiannya dilipat dengan teknik origami khusus dan dikaitkan dengan peniti/snappy di bagian depan, pemakaian ini kalau pipis tetap bocor karena gk ada lapisan buat menahan airnya, jadi di luarnya dipakaikan diaper cover, paling nggak pipis nggak meleber kemana-mana seperti kalau pakai popok tipis yang banyak dijual di toko. Cocok untuk pemakaian newborn. Ummi belum menemukan produk lokal, tapi kita bisa buat sendiri dengan kain tetra yang terkenal bagus buat menyerap pipis.

2. Prefold diaper : berbentuk segi empat juga terdiri dari beberapa flat diaper yang dijahit menjadi 1 dan lebih tebal di bagian tengahnya untuk menyerap pipis. Prefold perlu dilipat n memakai diaper cover juga. Belum ada produk lokalnya juga tapi kalau searching di ebay banyak yg jual produk ini, ada Indian prefold sama Chinese prefold, harganya lumayan juga ya, mending buat sendiri heheheh..

3. Fitted diaper : prefold diaper yang digunting berbentuk celana dengan perekat/snap. Jadinya tinggal pakai, gk perlu dilipat-lipat lagi. Di luarnya masih perlu diaper cover juga. Belum ada produk lokal, tapi produk USA banyak, trus bentuknya juga lucu-lucu.

4. AIO(All In One) diaper : ini adalah bentuk cloth diaper yang mirip banget sama pospak. Jadinya bentuknya dah celana trus ada bagian buat penyerap pipis yang dijahit menyatu di dalamnya. AIO nih gampang pemakaianya seperti pospak, tapi kalau dicuci lama nian keringnya karena berlapis-lapis. Contoh produk lokalnya Anandapers.

5. AI2 (All In 2) diaper : diaper yang terdiri dari cover diaper dan lapisan insert yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi, biasanya insert direkatkan dengan snap pada diaper covernya. Keuntungannya bisa memakai lagi covernya kalau insert dah penuh dengan catatan celananya masih kering y, tapi ummi blm kebayang nih kalau insertnya nempel ke kulit bayi sekali pipis pasti dah basah kan mesti diganti dong insertnya ya kalau nggak kasihan ke kulit bayinya kecuali kalau desain insertnya bagian yang nempel ke kulit bayi adalah bahan yang cuma dilewati air dan cepat kering trus bagian selanjutnya adalah bagian penyerapnya. Untuk produk lokal Cluebebe dah memproduksi AI2 ini, berupa diaper cover, insert dari microfiber, plus liner di atasnya.

6. Pocket Diaper : diaper yang bagian covernya ada pocket untuk memasukkan insertnya. Bagian atas pocketnya adalah bahan yang melewatkan air aja jadi cepat kering, trus air disimpan di insert yang dimasukkan pocket tadi. Permukaan diaper tetap kering. Ini adalah jenis cloth diaper yang marak di pasaran dan cukup disukai karena bisa ganti-ganti insert dan ada yang bilang bisa diganti insertnya aja setelah dipakai tapi ummi biasanya ganti insert ganti celana juga. Merk lokal yang banyak dijual ada Zigie Zag, Baby Oz, Cluebebe, Metal Mom, GG.

Itu dulu kayaknya jenis cloth diaper yang ummi ketahui. Kinza dah sekitar satu bulan memakai Cloth diaper dan alhamdulillah, sepertinya dia nyaman juga pakainya. Selama ini setia sama merk lokal(Zigie Zag, Cluebebe, Metal Mom), hehehe, selain ramah di kantong ternyata kualitasnya juga baguslah(belum tertarik merk import USA yang harganya mahal). Alhamdulillah ummi cukup terbantu juga sih selain pipis gk kemana-mana karena adek dah tengkurap sambil muter-muter, semua juga senang karena gak takut dipipisi lagi, hihiiihi.

Masalah pipis memang jadi masalah umum bagi rumah tangga yang punya bayi. Sampai-sampai mas pernah bilang, jadi FTM berat juga ya mesti menjaga rumah dan dirinya bebas dari najis pipis ini(dulu sih waktu lihat Kenzie) karena salah satu syarat sah sholat adalah bersih pakaian, badan, dan tempat dari najis. Jadi masalah pipis ini cukup menjadi perhatian mas. Kondisi rumah jaman sekarang beda sama jaman dulu ya, karena dulu lantai dari tanah dan di dalam rumah biasanya memakai sandal jadi insyaAllah najis nih bisa lebih terjaga kalau mau sholat. Sekarang kondisi dah lain, pipis di lantai gak bisa diguyur air aja kan(seperti kalau lantainya tanah, diguyur air rembes ke dalam tanah, aman deh), kalau langsung diguyur bisa2 malah najisnya mengenai bagian lantai lainnya, dan dilap aja juga belum cukup jadi mesti dilap dulu bagian pipisnya sampai bersih trus dilap lagi sampai memastikan pipisnya dah bersih dan indikasinya sdh tidak ada warna, rasa dan baunya, hehehe…kebayang deh kalau adek dah merangkak trus gk tahu mulai pipisnya dari mana tiba2 bajunya dah basah semua kena pipis, capek deh ngepel rumah berkali-kali kalau ingin rumah bebas najis+gk pakai sandal di dalam rumah…hehehehe….

Memakai pospak juga banyak kekurangannya ya, dulu pas di rumah ibu kata mas kalau malam adek dipakaian pampers aja biar bisa tidur nyenyak(ummi n babynya) trus kata budheku jangan dipakaikan tiap malam ya karena mas sepupunya Kinza juga gitu tapi gak mau pipis di pampersnya jadi mungkin pipisnya ketahan semalaman akhirnya jadi sakit n mesti disunat. Was-was juga tapi pas buka pampers Kinza dah basah berarti Kinza gpp pakai pampers hihihi.. Selain itu bahan pembuat pospak ini menyeramkan kalau kita tahu(banyak infonya di internet ya) yang membuat kita berpikir seribu kali untuk memakaikan ke bayi kita, apalagi ke bayi ke kita aja belum tentu mau. Tapi gimana ya seperti misalnya kita bepergian jauh yg gk memungkinkan mencuci pakaian bayi kita, pampers sangat membantu kan, secara tinggal dibuang. Jadi kata masku ya kayak mie instan aja deh pampers nih, sekali-kali bolelah, tapi jangan keseringan.

Alternatif lainnya ya cloth diaper. Tapi sampai sekarang belum ada penelitian mendalam  tentang penggunaan cloth diaper, tentang efek negatifnya, mungkin karena baru sekitar 1 dasawarsa ini mulai marak ya. Banyak yang bilang cloth diaper ribet perawatannya, tapi menurut ummi justru mengembalikan kita pada perawatan pakaian yang natural, tanpa pemutih, pewangi, pelembut, enz,ym yg macam-macam, yg mungkin gk bagus buat kita. Baju bayi aja gk boleh juga kan dicuci pakai pemutih or pewangi.

Kesimpulannya ummi senang memakaikan cloth diaper ke Kinza dan ummi senang juga kalau ada yang beralih dr pospak ke cloth diaper. Siapa selanjutnya…?


Azmi Kinza Saktika

Sunday, January 3rd, 2010

Inilah nama yang kami berikan untuk adek Kenzie, “Azmi Kinza Saktika“. Mas pengen nama Azmi dan Saktika, sedangkan ummi sibuk cari nama tengah dengan tanya mbah google selama beberapa hari. Inginnya nama tengahnya mirip kenzie, akhirnya ketemulah nama Kinza dari bahasa Arab yang artinya harta yang terpendam/tersimpan. Azmi, berpendirian teguh, Saktika kekuasaan spiritual, harapan kami, Kinza bisa menjadi orang yang berpendirian teguh dan memiliki kekuasaan, kepahaman dalam agama/spiritual, hingga bisa menjadi harta yang terpendam/harta simpanan orang tuanya(bukankah anak yg shaleh adalah harta simpanan terbaik orang tuanya). Amiin…