Alhamdulillah, hari ini saya tiba-tiba mengenang ramadhan-ramadhan indah yang pernah saya lalui. Satu ramadhan sebelum saya menikah dan lima ramadhan indah yang saya lalui bersama keluarga kecil saya. Ramadhan sebelum menikah yang paling saya kenang adalah saat melewati ramadhan di negeri seberang, Singapura. Sungguh tidak pernah membayangkan akan mendapatkan kesempatan itu, tatkala saya bisa merasakan nuansa ramadhan di Singapura, dimana di dekat tempat menginap saya di pusat kota untuk mencari masjid cukup susah, dan tak pernah terdengar adzan dari hotel tempat saya menginap. Sungguh berbeda dengan Indonesia yang dimanapun hampir akan bisa kita dengar suara adzan.
Akhirnya saya dan teman saya menemukan juga sebuah masjid di dekat hotel. Awalnya kami tidak menyangka itu masjid jika tidak ada plang yang mengumumkan bahwa itu masjid. Namun, dari sinilah saya menemukan pengalaman berharga dalam hidup saya. Waktu itu sudah 10 hari ramadhan hingga kami memutuskan untuk ikut bermalam di masjid ini. awalnya kami ikut salat tarawih dan secara tidak sengaja bertemu dengan mahasiswi2 Indonesia yang kuliah di sana. akhirnya kami berteman, saling menulis biodata, dan bermalam bersama. Alhamdulillah, saya sangat senang bertemu dengan mereka. Selain mahasiswi2 itu saat berbuka puasa bersama di masjid ini kami juga bertemu dengan muslimah lain dari negara lain, dari ras yang berbeda, ada dari China dan dari wajahnya seperti dari negara India/pakistan. menu buka puasa ala melayu yang kami cicipi adalah bubur lalu ada kuahnya dari kaldu. rasanya..mmm..alhamdulillah enak. Senang rasanya menemukan ukhuwah yang hangat di negeri seberang.
Yang tak kalah serunya adalah waktu sahur. Ada ibu2 kebangsaan melayu yang rela menempuh perjalanan via bus untuk membawa makan sahur bagi yang bermalam di masjid itu. Saat sahur kami makan bersama dalam satu wadah, kalau di jawa namanya “tampah”. Seru banget, saat makan kami semakin akrab dan saya benar-benar merasakan manisnya ukhuwah islamiyah. Pengalaman yang takkan terlupakan.
Setelah menikah, jangan ditanyakan lagi, tentu saja setiap ramadhan yang saya lalui bersama keluarga kecil saya adalah ramadhan-ramadhan indah. Bagi saya melewai lima ramadhan dengan hamil dan menyusui adalah pengalaman terindah dalam hidup saya. Ramadhan pertama saya hamil tiga bulan, jauh dari suami dan hidup sendiri di kota nun jauh di sana. Namun, banyak teman-teman saya yang menghibur dan justru setiap hari ada banyak kegiatan yang saya lalui bersama mereka. Pagi hari kami pergi bersama mengikuti tahsin, dan karena kostan saya dekat dengan pesantren daarut tauhid ada banyak kegiatan yang diselenggarakan di masjid. Ramadhan kedua dan ketiga saya menyusui kenzie, pengalaman pertama ramadhan saat menyusui, sebuah perjuangan berat memang , tapi alhamdulillah saya bisa melewatinya. Ramadhan keempat saya hamil Kinza enam bulan. Dan ramadhan kelima ini saya menyusui Kinza. Alhamdulillah, semua saya lewati dengan senang hati dengan kemudahan dari Allah dan dukungan selalu dari suami tercinta.
Semoga ramadhan-ramadhan yang akan datang lebih indah dari yang telah saya lalui. Bisa jadi ini ramadhan terakhir bagi saya dan saya berdoa semoga allah memberikan hidup mulia atau mati syahid. semoga saya kembali kepada Allah dalam keadaan khusnul khotimah dan penuh keridhoan dari suami tercinta saya.


