Archive for September, 2007

Kreasi Bunga(2)

Wednesday, September 26th, 2007
bunga dari pembungkus buah(2) Setelah kemarin Ummi berkreasi dengan pembungkus buah warna merah sekarang ganti pembungkus buah warna putih yang dibuat bunga. Awalnya agak susah juga membuat idenya. Mau dibentuk seperti kemarin digodain sama suamiku kok sama kayak kemarin, ganti dong bentuknya, katanya. Hufff, apa ya idenya? Akhirnya Ummi menemukan ide dibentuk seperti ini secara kebetulan. Untuk mempercantik bunga ini ditambahkan putik bunga dari pita. Caranya bungkuslah kapas dengan kain pita lalu ikat dengan benang. Tusukkan pada kawat tipis lalu bungkus dengan pelipit. Batang bunganya diambil dari batang sapu lidi yang dibungkus dengan pelipit warna hijau. Untuk vas bunganya bagaimana? Jangan pusing, manfaatkan kotak bekas.(Ummi memanfaatkan kotak bekas susu Lactamil). Bungkuslah dengan kertas manila berwarna cerah lalu lubangilah tengah kotak tersebut lalu letakkan plastik/kertas mika pada lubang tersebut dan hiasilah agar menarik. Hasilnya seperti di samping, bagus juga diletakkan di ruang tamu. :)

Tak mau dikerodong lagi

Sunday, September 23rd, 2007
bunga dari pembungkus buah
Assalamu’alaikum diary, sekarang adek sudah tak mau dikerodong lagi. Suatu siang adek sedang tidur sendiri dan Ummi sedang di dapur. Waktu adek bangun, Ummi tertawa melihat adek karena kerodong yang dipakai adek sudah terbalik dan dibuat mainan. Sekarang kan adek sudah besar Ummi, kerodongnya jadi mainan yang menarik untuk adek, ditarik-tarik, ditendang-tendang, digigit-gigit. Jadi, Ummi, adek mohon sekarang adek tak mau dikerodong lagi yach.

Co-sleeping

Saturday, September 22nd, 2007

Co-sleeping adalah istilah yang digunakan bagi ibu dan bayi yang tidur bersebelahan dalam satu tempat tidur. Bagi sebagian masyarakat kebiasaan ini sudah menjadi tradisi turun temurun. Namun, seiring perkembangan jaman, muncullah sistem pengasuhan bayi yang diadaptasi dari barat dimana bayi dipisahkan dalam satu ruangan tersendiri yang dilengkapi alat perekam suara untuk mendeteksi aktifitas bayi atau diletakkan dalam satu boks bayi sendiri tapi masih dalam satu ruangan dengan ibunya.

Sebenarnya apa sih keuntungan dan kerugian dari co-sleeping ini. Setelah Ummi browsing kesana-kesini akhirnya menemukan juga beberapa artikel yang membahasnya. Keuntungan co-sleeping antara lain:

  • membantu menjaga stabilitas suhu bayi. Temuan studi Mc Kenna (1986) menyimpulkan bahwa seorang bayi yang sejak lahir diletakkan berjauhan dengan perut ibunya mengalami penurunan suhu tubuh hingga 1 derajat celcius. Kondisi ini pun dapat diamati pada bayi yang berada di dalam inkubator dimana suhunya telah diatur sedemikian rupa mendekati suhu tubuh sang ibu.
  • Kontak kulit dengan orang tua terbukti berpengaruh positif terhadap bayi — prematur ataupun normal. Melalui sentuhan kulit tersebut, bayi biasanya akan memiliki pola nafas lebih teratur, menggunakan energi lebih efisien, memiliki pola tumbuh-kembang lebih cepat serta mengalami lebih sedikit stress. (Stewart dan Stewart 1991, Field 1995).
  • membantu terbentuknya rasa percaya diri dan keberanian bagi bayi ketika beranjak dewasa nanti
  • menjaga kedekatan ibu dan bayi, karena ketika membuka mata wajah sang ibu  yang dilihat bayi
  • mampu mencegah terjadinya SIDS(suddent infath death syndrom) berdasarkan penelitian dari negara Jepang dan Hongkong.
  • memudahkan ibu dan bayi sewaktu menyusui di malam hari
  • hemat, karena tidak harus pusing membeli boks bayi(harganya kan mahal-mahal)

Kerugian Co-sleeping, mmmhhh kayaknya nggak ada, eh ada, yang ini berdasarkan penelitian Ummi, yaitu harus siap-siap  kena pipis  di malam hari. :P  hehehhe. Namun, tentu saja untuk melaksanakan Co-sleeping ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Pilihlah kasur yang tidak terlalu empuk. Kasur yang terlalu empuk berbahaya bagi bayi, terutama ketika bayi sudah bisa miring/tengkurap karena bisa terjadi SIDS karena pernafasan bayi terhalang kasur.
  • Pastikan sprei dalam keadaan lurus dan terikat erat pada ujung-ujungnya sehingga tidak ada bagian terlipat yang bisa menghalangi jalan nafas bayi.
  • Usahakan jangan ada balita yang tidur di samping bayi
  • jangan tinggalkan bayi tidur dengan kepala tertutup
  • jauhkan barang-barang berbahaya dari tempat tidur

Pengalaman Kenzie sendiri, saat ini Ummi masih menjalankan program co-sleeping. Dulu sewaktu adek belum lahir, Ummi sudah bingung ingin membuatkan kamar dan membelikan boks bayi buat adek. Namun, karena kelahirannya mendadak jadinya belum sempat beli. Sewaktu adek dibawa ke rumah nenek di Ngawi, di sana sudah dibelikan boks bayi oleh nenek. Boks bayi ini ada rodanya jadi bisa dibawa kemana-mana. kalau malam diletakkan di kamar, pagi harinya digeser ke ruang tamu dekat jendela dimana di situ banyak sinar matahari dan langsung bisa melihat pemandangan luar. Kalau pas adek dijemur boksnya juga bisa dibawa keluar.

Lama kelamaan akhirnya adek tidur dalam satu kasur dengan Ummi(kalau nggak salah sebeum adek berusia sebulan). Pas menyusui di malam hari Ummi nggak harus turun dari tempat tidur lagi, tinggal bangun, geser perlak adek, ganti popok(biasanya pas bangun malam hari adek ngompol duluan), trus menyusui. Capeknya nih, Ummi nggak bisa bersandar waktu menyusui karena jahitannya masih sakit dan kalau bergeser2 terasa banget sakitnya. Kalau dulu sewaktu masih tidur terpisah, posisi menyusui Ummi di kursi jadi bisa nyaman. Akhirnya sampai tinggal di Madiun ini co-sleeping masih menjadi pilihan.

Dengan bertambahnya usia bayi, berkembang pula kemampuannya, sekarang kasur dibawa ke bawah(pesan dari orang2 tua) karena berbahaya sekali jika bayi sudah bisa merangkak tidur di atas. Sekarang aja ketika adek belum bisa merangkak tapi sudah suka berguling2 ditinggal di kasur sebentar saja sudah berguling di lantai.

Jadi, buat ibu-ibu atau calon ibu-ibu, gimana ? masih mau disibukkan dengan pusingnya membeli boks bayi? atau pilih co-cleeping aja agar nyaman. Hal ini tergantung masing-masing individu karena bagaimanapun juga kondisi tiap orang berbeda.


Kreasi Bunga(1)

Friday, September 21st, 2007
bunga dari pembungkus buah Di sekitar kita banyak sekali barang bekas yang sebenarnya sayang jika dibuang. Dengan sedikit kreatifitas ada barang-barang cantik yang bisa dihasilkan dari pemanfaatan barang bekas. Teman-teman pasti sering kan membeli buah apel/pir yang ada pembungkusnya(biasanya berwarna merah atau putih). Ternyata dari pembungkus itu bisa dibuat bunga yang cantik. Untuk wadahnya, jangan pusing-pusing. Manfaatkanlah kotak bekas sebagai wadahnya dan lapisi dengan bekas kertas kado agar cantik. Hasilnya seperti di samping. Cantik kan !

Permainan untuk adek - 6 bln

Wednesday, September 19th, 2007

Bermain adalah hal yang paling menyenangkan bagi bayi. Permainan untuk adek (usia 6 bulan) ternyata tak harus membeli berupa mainan mahal (nb:kemarin lihat permainan tendang dan raih di Mall Sri Ratu harganya 100 ribu lebih). Barang-barang di rumah banyak yang bisa dijadikan alat permainan seperti tutup botol, sendok, dll. Saat ini adek senang asyik-asyiknya meraih apapun yang ada di sekitarnya lalu memasukkan ke dalam mulutnya. Katanya sih jika anak mau tumbuh gigi memang seperti itu jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nah, yang dikhawatirkan Ummi kalau adek suka narik-narik selimut dan timalnya trus digigit trus nutup ke hidungnya. Jadinya, Ummi harus rajin melihat adek kalau sedang asyik bermain ini.

Permainan favorit adek kenzie saat ini adalah cilukba dan ayun-ayun. Satu permainan lagi yang disukai adalah dipegang pada kedua ketiaknya lalu diangkat turunkan dengan lembut. Tapi, permainan ini sungguh melelahkan hhheheeh…(adeknya sih senang, Umminya yang kelelahan, kan berat badannya sekarang udah hampir 8 kg)

Setelah browsing ke sana-sini akhirnya Ummi menemukan beberapa permainan menarik bagi bayi usia 6 bulan. Tapi, setelah membaca ini Ummi jadi ingat kata-kata Abi bahwa Allah akan membekali kita ilmu tepat di saat kita memerlukannya. Apa pasalnya? ternyata permainan-permainan ini sudah sering Ummi dan Abi lakukan bersama adek. Berikut adalah list permainan yang bisa dilakukan:

Permainan #1 : WARNA-WARNI YA, MOM?
Permainan ini dapat mengembangkan ketrampilan visual bayi Anda. Di saat ini, mereka senang melihat benda-benda yang berwarna-warni dengan bentuk yang beraneka ragam.Instruksi :
• Ambil mainan berwarna dan gantungkan di depan wajahnya, gerakkan ke kiri dan ke kanan.
• Biarkan mereka menyentuh mainan/benda tersebut.
• Atau pegang tangannya untuk belajar menyentuh benda tersebut. Lakukan dengan diiringi nyanyian sederhana.Permainan #2 : AYO BANGUN ADEK
Ketika Anda menarik tangannya untuk bangun dari posisi tidur, Anda menciptakan dan membangun rasa percaya (trust) antara Anda dan bayi Anda. Latihan ini juga dapat membantu menguatkan otot-ototnya.Instruksi :
• Pegang jari jemari bayi Anda, kemudian tarik dengan lembut ke arah depan, sehingga kepalanya dan sebagian dari tubuhnya ikut terangkat. Lalu turunkan.
• Ulangi dengan mengangkat kaki bayi Anda ke arah atas. Lalu turunkan.
• Akhiri dengan menggendong dan mengangkatnya ke atas.
• Arahkan sang bayi sehingga dapat menatap wajah Anda dan lakukan kontak mata serta katakan bahwa Anda mencintainya.Permainan #3 : NGOBROL YUK
Banyaknya kata yang didengar bayi dapat mempengaruhi perkembangan intelegensia dan ketrampilan sosialnya. Ketika bayi Anda tahu bahwa Anda mendengarkannya, ia mengembangkan kemampuan berbahasa dan rasa percaya dirinya.Instruksi :
• Mulailah dengan percakapan sederhana seperti “Assalamu’alaikum, adek.”
• Dan ketika bayi Anda memberikan respon, ikuti kata-kata/bunyi yang keluar dari mulut mungilnya. Berikan tanggapan Anda berupa senyum dan anggukan kepala.
• Di sini, ia belajar, bahwa Anda mendengarkannya.
• Lanjutkan dengan percakapan lain dan perhatikan setiap respon yang diberikan.Permainan #4 : Ummi REKAM SUARAKU YA?
Permainan merekam suara bayi Anda, juga dapat mengembangkan kemampuan berbahasanya kelak.Instruksi :
• Rekam suara bayi Anda saat ia sedang bersuara.
• Setelah itu perdengarkan padanya dan lihat respon yang diberikan.
• Apakah ia terlihat tertarik? Atau justru ikut menanggapi dengan “berbicara.”
• Jika ia menyukainya, coba merekam bunyi-bunyian lain yang ada di sekelilingnya.Permainan #5 : CIAATT!! KARATE BABY!!
Aktifitas menendang membantu bayi mengembangkan kemampuan motoriknya.Instruksi :
• Pakaikan kaus kaki berwarna-warni dan berbunyi (rattle socks), sehingga saat bayi menendang akan mengeluarkan bunyi-bunyian.
• Perhatikan reaksinya yang akan tampak kegirangan.Permainan #6 : LEMPAR

SANA LEMPAR SINI!!
Latih bayi Anda memindahkan mainan dari satu ke tangan ke tangan lainnya. Kegiatan ini membantu bayi Anda mengembangkan kemampuan otak, kemampuan motorik halus dan ketrampilan mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata.Instruksi :
• Letakkan mainan di salah satu tangannya.
• Beri contoh dengan memindahkan mainan dari tangan Anda yang satu ke tangan yang lain.
• Bantu bayi Anda memindahkan mainan dari tangannya yang satu ke tangan yang lain.
• Jangan lupa, di akhir permainan, cium kedua tangannya.Permainan #7 : HOOP, SATU, DUA, TIGA, MARI BERNYANYI!
Menyanyi dan menari adalah dua kegiatan yang membantu otak bayi berkembang. Bayi sangat menyukai musik dan ritme nada. Seperti saat mereka masih berada di dalam rahim, bayi terbiasa mendengarkan ritme bunyi aliran darah dan suara detak jantung sang Ibu.Instruksi :
• Gendong dan peluk bayi Anda, sambil menyanyikan sebuah lagu.
• Ajak berkeliling ruangan sambil terus bernyanyi.
• Bayi dapat merasakan kegembiraan Anda dan hal ini membuat mereka merasa gembira juga.Permainan #8 : DI MANA MAINANKU Ummi?
Permainan menyembunyikan mainan bayi Anda, membantunya menstimulasi rasa ingin tahu, yang sangat penting baginya untuk belajar.Instruksi :
• Pegang mainan favorit di hadapannya kemudian perlahan sembunyikan.
• Dorong bayi Anda untuk mencari dimana gerangan mainannya. Ajukan pertanyaan, “apakah ada di atas?” sambil menunjuk ke atas.
• Atau, “apakah ada di bawah?” sambil melihat ke arah bawah.
• Dan, “apakah di tangan Ummi?” “Yeee…ini dia!!”
• Sejalan dengan perkembangannya, bayi Anda akan belajar mengikuti mainan yang akan disembunyikan.Permainan #9 : MANA KAKIMU NAK?
Permainan ini dapat memperkuat otot-otot kaki bayi, sebagai persiapan untuk belajar jalan. Lakukan sambil bernyanyi untuk membantu bayi Anda belajar memusatkan perhatian sekaligus membantu menstimulasi perkembangan bahasanya.Instruksi :
• Tidurkan bayi Anda pada alas yang lembut/empuk.
• Pegang pergelangan kakinya, tekuk dan luruskan kakinya sambil bernyanyi.Permainan #10 : DANSA YUK DANSA
Kombinasi antara ritme nada dan gerakan membantu perkembangan otak bayi.Instruksi :
• Pegang bayi Anda dengan posisi berdiri.
• Letakkan tangan Anda di bawah ketiaknya, tahan bayi Anda dalam posisi berdiri.
• Nyanyikan lagu atau mainkan musik untuk mengiringinya berdansa.

Permainan #11 : CILUK BA!!
Aktifitas ini mengajarkan bayi Anda, bahwa benda yang menghilang akan kembali lagi.

Instruksi :
• Dudukkan bayi Anda.
• Ambil handuk dan sembunyikan wajah Anda di balik handuk.
• Katakan “ciluk ba!” saat Anda membuka handuk.
• Lakukan juga pada bayi Anda. Letakkan handuk menutupi mukanya, kemudian buka dan katakan “ciluk ba!”
• Permainan ini sangat menyenangkan bagi bayi.

 

Permainan #12 : NGACA YUK
Ketika Anda meletakkan cermin di hadapannya, bayi Anda belajar untuk mengenali dirinya. Sekaligus mengembangkan kemampuan visualnya.

Instruksi :
• Letakkan cermin di hadapan bayi Anda.
• Ikutlah bercermin bersamanya.
• Buat mimik wajah yang lucu dan tersenyum.
• Lihat reaksinya.

permainan di bawah ini bisa dilakukan ayah bersama bayi

 

Permainan #13 : BABY LIFTING

Ayah harus berbaring kemudian letakkan bayi di atas perut ayah. Sambil pegang erat dadanya, angkat ke atas dengan tetap menghadapkan wajahnya ke arah ayah. Turunkan lagi ke perut dan kemudian angkat lagi. Lakukan berulang sambil memperlihatkan mimik wajah berbeda atau bernyanyi-nyanyi. Permainan ini selain menguatkan punggung dan leher juga bisa mengasah keterampilan emosi anak dengan mengamati aneka mimik wajah ayah.

Permainan #14 : AYO TENDANG

Ayah dapat mengikatkan benda-benda berwarna ke kaki bayi, semisal kaus kaki dan amati ketika ia menendang-nendangkan kakinya dengan riang. Variasi lainnya, ketika si kecil menendang, tangkaplah kakinya lalu tahan sebentar. Gelitiki telapak kakinya sambil tertawa-tawa. Permainan menendang-nendang ini mengembangkan keterampilan motoriknya.

Permainan #15 : BABY BOUNCING

<!–[if !vml]–><!–[endif]–>

Ayah dapat melambungkan bayi dengan berbagai cara, seperti mendudukkannya di pangkuan, meletakkan perutnya di lutut, atau membaringkannya di tungkai lalu menggerakkannya ke kiri dan ke kanan. Permainan berayun ini menyenangkan bagi bayi selain membantunya mempelajari keseimbangan yang menjadi syarat untuk berjalan.

(dari berbagai sumber)