Archive for January, 2008

Pijat Bayi

Tuesday, January 29th, 2008

“Disentuh, dirawat, dipijat adalah makanan yang baik untuk bayi. Makanan yang sama pentingnya seperti vitamin dan mineral”

Slogan di atas ada di selebaran pijat bayi yang ummi dapatkan dari RSB Al-Hasanah kemarin waktu pemeriksaan rutin adek. Pijat bayi ternyata tak hanya mendekatkan hubungan antara ibu dan anak, namun juga berfungsi sebagai teknik pengobatan penting. Sewaktu lahiran adik dulu ummi dibelikan satu set bedak bayi J&J yang berhadiah video pijat bayi. Setelah beberapa kali melihat video tersebut akhirnya umi memberanikan diri memijat adek sendiri. Untuk mendapatkan hasil yang optimal ternyata pijat ini sebaiknya dilakukan setiap hari. Setelah acara pemijatan adek sempat terhenti beberapa bulan karena kesibukan sidang ummi, alhamdulillah seminggu ini ummi sudah bisa memijat adek secara rutin lagi. Biasanya ummi memijat adek pada sore hari sebelum atau sesudah mandi tergantung kondisi adek hari itu.

(more…)


Bentuk Lain Ibadah

Friday, January 25th, 2008

Beberapa teman saya dulu pernah mengeluh betapa sulitnya menjaga ibadah tambahan rutin setelah menikah dibandingkan dulu ketika sebelum menikah.  Jika sebelum menikah bisa melaksanakan tahajud tiap malam dan satu juz setiap hari adalah kebiasaan, setelah menikah setengah juz satu hari saja sudah alhamdulillah. Saat itu saya belum menikah dan sempat berpikir kok bisa sih, idealnya kan setelah menikah, dengan adanya ‘teman seperjuangan’ ibadah akan bisa lebih ditingkatkan karena ada yang mengingatkan. Hmm, itu hanya ada di kepala saya dan tidak terucapkan. Karena waktu itu dalam satu diskusi bersama, teman lain yang lebih berpengalaman menghibur teman tersebut dengan mengatakan bahwa kita jangan berkecil hati karena setelah menikah bentuk ibadahnya berbeda. Pernyataan itu tertanam di benak saya dan belum bisa memahaminya secara penuh karena belum mengalaminya sendiri.

(more…)


Hobby baru adek

Tuesday, January 15th, 2008


Assalamu’alaikum. Beberapa hari ini adek sudah mahir berdiri sendiri sambil berpegangan pada meja pendek di rumah. Awalnya cuma belajar berdiri aja dan masih nangis kalau sudah capek, sekarang kalau capek adek sudah berusaha duduk sendiri walaupun belum sukses dan akhirnya jatuh deh. Terus semangat ya adek, lahaula walaquwata illa billah, ….allahu akbar!

 

 


Wisuda Sarjana ST Inten 2007

Saturday, January 12th, 2008


Grand Aquilla, 22 Desember 2007
DI dalam ruangan megah bertabur lampu anggun gemerlap ini mengalun lagu-lagu syahdu dan terlihat wajah-wajah penuh keceriaan. Yup, inilah wajah-wajah para wisudawan dan wisudawati dari kampusku tercinta ST INTEN Bandung.

Desa Banggle, Ngadiluwih, Kediri
Sejak awal bulan syawal lalu saya sekeluarga tinggal di rumah ibu Kediri. Hal ini karena saya harus menyelesaikan urusan kuliah di Bandung dan tidak bisa membawa adek sehingga adek diasuh keluarga Banggle. Setelah dua kali bolak-balik ke Bandung untuk menyelesaikan administrasi dan urusan nilai yang belum keluar akhirnya saya lulus administrasi dan tinggal menunggu jadwal sidang. Ada cerita lucu loh waktu mengurusnya, terutama soal nilai TOEFL. Awalnya saya tidak tahu kalau salah satu persyaratan sidang adalah sertifikat TOEFL di atas 350. Dua hari sebelum berangkat saya diberitahu dosen pembimbing. Wah, bingung juga saat itu akhirnya hari itu juga saya bersama adik browsing buku panduan test TOEFL. Degan buku panduan yang sangat tebal saya malah tidak bisa belajar sama sekali. Akhirnya besoknya saya mengikuti test TOEFL dengan modal ingatan selama sekolah, hehehhehe. Alhamdulillah nilai TOEFL yang diperoleh melewati batas 350. 

(more…)


Ngawi Berduka

Tuesday, January 8th, 2008

Ngawi berduka, begitulah kota kelahiranku ini bebeapa hari lalu terendam banjir besar yang selama ini belum pernah terjadi. Hampir seluruh kota terendam air bahkan air telah mencapai atap rumah sehingga bantuan makanan diberikan melalui udara. Alhamdulillah, di desaku tidak terkena banjir. Namun, keluargaku di Kedunggalar terisolasi karena ke timur kota Ngawi terendam banjir, ke barat kota Solo terendam banjir, jadinya jalan satu-satunya untuk pergi ke daerah lain harus memutar lewat gunung.

(more…)