Ngawi Berduka
Ngawi berduka, begitulah kota kelahiranku ini bebeapa hari lalu terendam banjir besar yang selama ini belum pernah terjadi. Hampir seluruh kota terendam air bahkan air telah mencapai atap rumah sehingga bantuan makanan diberikan melalui udara. Alhamdulillah, di desaku tidak terkena banjir. Namun, keluargaku di Kedunggalar terisolasi karena ke timur kota Ngawi terendam banjir, ke barat kota Solo terendam banjir, jadinya jalan satu-satunya untuk pergi ke daerah lain harus memutar lewat gunung.
Tepat pada tanggal 1 Januari, ada acara ngunduh mantu di rumah pamanku. Jadinya kami sekeluarga pergi dari Madiun ke Ngawi. Awalnya bingung juga harus naik apa karena sebelumnya tidak ada bus satupun yang bisa lewat, naik kereta juga pasti ramai sekali. Tapi, alhamdulillah sehari sebelum hari H ternyata banjir di Ngawi telah surut. Jadinya, kami memutuskan naik sepeda motor saja agar lebih santai.
Di sepanjang jalan di Ngwi kami dapati pemandangan yang menyedihkan.Di depan rumah bertebaran barang-barang yang dikeringkan, mulai dari selimut, baju, kursi, tikar, danyang sangat menyentuh hati, anak-anak sekolah yang sedang mengeringkan buku pelajarannya. Aku jadi berpikir pasti gedung sekolah SMP-ku juga terendam banjir dan juga kostku dulu pasti juga terendam karena dekat dengan sungai bengawan. Semoga keluarga kostku dulu sehat semuanya.
Pepohonan di sepanjang jalan kusam dan berlumpur karena beberapa hari terendam banjir. Sawah yang terendam banjir menyisakan rumpunan padi layu dan kotor serta genangan air di areal persawahan. Bau tak enak pun menyebar di sepanjang jalan. Sampah-sampah berserakan di pinggir jalan, tapi tidak terlalu banyak yang terlihat mungkin karena sudah dibersihkan hari sebelumnya.
Awal tahun 2008 ini banyak duka yang tercipta dan banyak air mata yang mengalir deras. Mungkin, termasuk juga teman-teman SMP-ku dulu yang kemarin kulihat rumahnya terendam banjir. Kemarin hujan kembali mengguyur dan semoga banjir tak terjadi lagi karena kemarin kulihat air sungai masih tinggi dan hampir mencapai jalan raya.
Dulu, (atau mungkin sampai sekarang juga) aku selalu kagum dengan alam kotaku. Banyak yang bilang Ngawi seperti kota mati, sepi, dan denyut kehidupan berjalan pelan bahkan lambat. Tapi, aku selalu mencintai kotaku karena di sini banyak kenangan yang terukir, banyak sahabat yang hadir, dan aku mendapatkan keluarga dan kenalan-kenalan baru. Ibu kostku dulu sangat baik sekali seperti ibuku sendiri, begitu pun kakak kostku yang bernama Mbak Denok. Di kostanku ini juga banyak sekali kisah-kisah lucu yang terjadi. Ah, semua sudah masa lalu dan seperti kata oang bijak masa lalu adalah hal yang paling jauh dari kita jadi lebih baik dibiarkan berlalu.
Kembali lagi tentang alam kotaku, jika kita bepergian dari Solo menuju Surabaya di sepanjang jalan akan kita jumpai hamparan areal persawahan yang sangat luas. Setelah melewati terminal Ngawi di kiri jalan selain menghadirkan hamparan sawah yang menghijau juga hadir pemandangan Gunung Lawu yang menawan. Tenang dan damai rasanya menikmati pemandangan ini dan aku sangat suka suasana seperti ini. Di tengah-tengah sawah terlihat beberapa bangunan gubuk. Dulu sebelum menikah aku sempat memimpikan akan makan siang bersama suamiku di gubuk itu heheheh.
Alam yang indah, alam yang menawan suatu saatpun akan berubah. Ya, bukankah di dunia ini perubahan selalu terjadi. Kemarin gubuk-gubuk itu telah rusak dan sawah-sawah itu telah terendam air dengan tanaman padinya yang membusuk. Pemandangan yang indah tergantikan pemandangan pilu. Mungkin, sudah saatnya kita intropeksi diri agar lebih bersahabat dengan alam sehingga alampun akan lebih lebih bersahabat dengan kita juga.
January 19th, 2008 at 11:03 pm
Tempat saya di Ngrambe juga gak kena. namun juga yang kota kasihan …
Sementara saya waktu itu masih di luar kota hu hu
February 13th, 2008 at 6:09 am
SMP 2 Ngawi ga kena banjir loh sih, meski kota udah dikelilingi air alhamdulillah rumahku juga ga kena. “kata adekku hujan sehari lagi rumah dah kena mbak :D”
tapi keadaan memang memilukan.
Ya Ngawi kota kecil, kota yang syarat kenangan bagi yng tinggal didalamnya.
kalo dibilang sepi ga berdenyut aq rasa ga, terutama di Ngawi kota perubahan termasuk cepat, dan denyutnyapun masih terdengar meski hari sudah malam :D
dan dulupun diatas jam 9 rumah dan sekelilingku masih saja ramai dan banyak aktifitas bahkan rumahku yg dulu depan pasar ngawi jam 11 malam mulai aktifitas pedagang nurunin barang dagangan.. rame banget..
Ngawi kota yg penuh kenangan…. semoga tidak berduka lagi :D
March 6th, 2008 at 4:45 am
[…] Read original post at admin blog […]
March 7th, 2008 at 10:37 pm
yup, smp 2 ga kena. cuma beberapa meter ke timur sudah terendam air. justru sma 2 yang kebanjiran.
semoga ngga ada banjir lagi ya..
August 30th, 2008 at 4:37 pm
tahukah anda bahwa Ngawi telah mempunyai http://kotangawi.com
pada portal tersebut bahkan anda juga dapat membuat blog gratis dengan interface Wordpress.
pendaftarannya pun cukup mudah, hanya dengan 2 kali aktivasi via e-mail saja anda sudah mendapatkan sebuah blog yang membuat anda dapat dikenal di seluruh dunia.
dengan blog, mari sama-sama mengenalkan fungsi dan manfaat internet kepada masyarakat Ngawi lebih dalam lagi.
mari sama-sama berkumpul, berkomunitas dan mewujudkan Ngawi yang Bersemangat.
bergabunglah juga di unofficial mailing list dari komunitas blogger ngawi di http://groups.yahoo.com/group/kotangawi jika anda mempunyai account di Yahoo!
jika tidak, anda dapat join dengan mengirimkan email kosong ke kotangawi-subscribe@yahoogroups.com
mohon di delete jika pesan ini tidak berkenan
all the best.
——————————————-
yohan - tadotsu town
トリワヒヨノ ヨハン ― 多度津町
——————————————-
http://tadotsugakuen.blogspot.com
http://yohanpuri.blogspot.com
August 31st, 2008 at 3:09 am
sam kota padangan - cepu juga tenggelam…salam ya saya sekarang masuk inten mohon doanya…