Cinta Binatang
Adik sepertinya sangat suka dengan binatang. Mungkin baginya binatang itu adalah objek yang sangat menarik. Suatu hari ketika kami sedang berjalan-jalan dan akhirnya sampailah pada sebuah desa terpencil dimana di situ terdapat areal persawahan yang luas dan berhawa sejuk, kami berjumpa dengan sekawanan kambing dan sapi yang sedang digembalakan di sekitar sawah. Eee..adik begitu semangat melihat sapi dan kambing itu dan merangkak mendekatinya. Lucu ummi melihatnya, tapi takut juga kalau adik diseruduk. Tetangga sebelah juga mempunyai beberapa ekor ayam yang senang berkeliaran di jalan dan ’angkrem’ di lapangan depan rumah. Tiap pagi adik begitu senangnya memberi makan ayam-ayam itu. Inginnya adik sih membelai ayam-ayam itu, tapi apa daya beberapa kali ia terpatuk paruh ayam, hihihi, alhamdulillahnya adik nggak kapok memberi makan lagi. Kucing tetangga sebelah juga menjadi kawan yang menyenangkan bagi adik. Kalau ada adik, si kucing suka mendekatinya, adik juga suka membalas membelainya, [hmm padahal ummi takut kucing !!!]. Di lingkungan rumah, alhamdulillah, masih banyak hewan-hewan yang bisa ditemui, jadi pelajaran mengenal hewannya adik tak sebatas gambar saja, hehehe. Di depan rumah terdapat lapangan desa. Dulu masih ada beberapa ekor kambing yang sering digembalakan di situ. Hewan terbang seperti kupu-kupu, capung, burung, juga mudah sekali ditemukan di depan rumah. Saat kami berjalan-jalan di sekitar rumah yang agak jauh, kami temui masih ada orang yang memelihara sapi, ‘menthog’, dan kambing di belakang rumahnya. Senang juga memiliki lingkungan bergaya pedesaan tapi dekat dengan jantung kota.
June 11th, 2008 at 1:56 pm
[…] Read original post at http://www.diary-kenzie.com/?p=29 […]
June 20th, 2008 at 3:49 am
Hehehe… iya dik kenzie.. enak banget… mas fahim juga sneng klo ke rumah eyang.. di sana banyak sapi, kambing, entok, ayam, kupu dan laen2.. alhamdulillah skrg mas fahim dah bisa niru suaranya jugaa,… :D… lucuuuu…