Jaring pertemanan …(bag 1)

Hari ini tiba-tiba ummi terusik untuk menulis tentang jaring pertemanan semacam friendster dan facebook. Ndilalah nih, ummi termasuk orang yg nggak sengaja nyantol ke dua situs tersebut jauh sebelum situs tersebut booming(karena ajakan teman juga). Sekitar satu tahun sebelum Friendster booming ummi dah gabung karena diajak temannya teman(hihihii ruwet banget) yg waktu itu kuliah di luar negeri. Awalnya nggak mudeng buat apa sih nih situs tapi setelah dijelaskan ya gpp deh coba-coba sekalian nambah teman. Seiring berjalannya waktu ternyata friendster makin booming, teman-teman juga nambah dari yg teman-temannya teman(qeqeqe…) jadi nambah teman waktu sekolah dulu yg ternyata juga udah gabung di friendster. Jadilah makin ramai situs ini dan akhirnya ummi bosan juga dan baru-baru ini buka friendster surprise juga dah bnayak berubah tampilannya.

Facebook juga gak beda jauh ceritanya, malahan kalau gak salah waktu itu gabung waktu masih dlm tahap pengembangan. Kata yg ngajak ini situs mantap banget aplikasinya, secara waktu itu ummi masih cinta dengan programming, tapi waktu itu tetep nggak mudeng bagusnya dimana(hihihihii…). Dan tiba-tiba facebook booming sekali dan setelah ngintip isinya ternyata banyak yg berubah dan bertambah dari aplikasi yg dulu waktu pertama gabung.

Terus terang, dulu ummi masih suka mantengin layar untuk sekedar upload foto, nambah teman, dan aktifitas jejaring sosial lainnya. Setelah menikah dari awal mas sudah mewanti-wanti agar jangan mengupload data foto/telp dan data privasi lainnya ke internet. Awalnya masih ingin sekedar upload foto adek tapi kini ummi sebisa mungkin tdk mengupload foto keluarga ke internet. Sudah bukan rahasia lagi bahwa dengan mengupload foto dan data pribadi ke internet berarti kita membuka diri ke sebuah dunia yg dipenuhi beragam orang dengan watak yg berbeda di seluruh belahan dunia. Ada yg baik dan ada yg buruk, ada baiknya kita waspada dari awal. Facebook diklaim sebagian orang sebagai alat mata-mata oleh golongan tertentu. Jika kita melihat fitur yg disediakn memang tdk salah juga karena di facebook disediakan fitur untuk mendata siapa saja keluarganya, nama, ttl, aktifitas apa yg sdg dilakukan, cara berfikir, minat, dll. Dengan anggota jutaan orang dari seluruh dunia, tersimpanlah sebuah bank data yg sangat besar dengan informasi yg beragam dan kita tdk tahu akan diapakankah informasi ini. Saat ini sdg terjadi pertarungan besar dan pertarungan ini meliputi seluruh aspek kehidupan termasuk budaya, gaya hidup, cara berfikir dan sudah saatnya kita membentengi diri agar tdk ikut terjerat di dalamnya.

Jaring pertemanan bukanlah suatu hal yg mutlak untuk dihindari karena ada beberapa manfaat yg dapat dipetik jika dimanfaatkan secara bijak. Tapi, teurs terang ummi mulai bosan dengan status2 yg selalu diupdate di facebook karena kadang status tu nggak penting banget untuk ditulis dan dikomentari(hihihi…maaf ya….). Lama kelamaan kita akan jatuh ke dalam ghibah dan melakukan sesuatu yg sia-sia belaka. Itu menurut pendapat pribadi ummi loh, terserah teman-teman deh. :D

Comments are closed.